Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

MEMBALIK MASA LALU YANG TERLUPAKAN

Gambar
Waktu merayap perlahan tuju tengah malam. Shiera menghela nafas begitu melirik jam di dinding. Tepat jam 11. Tugas yang harus dirampungkan juga belum berakhir. Mata mulai berkerjap terusik suasana adem di luar. Sesekali tetesan curahan hujan terdengar menerpa atap rumahnya. Suasana makin terasa ngelangut apalagi selama mengerjakan tugas alunan lagu syahdu tak putus. Dan kini yang sedang mengalun Dirimu, Keenan Nasution.           Katanya, Asguna suami Shiera akan tiba di rumah jam 11. Sesuai pesan singkatnya sejam yang lalu. Sementara kini, jarum pendek jam dinding sudah mulai bergeser meninggalkan angka 11. Sosok yang ditunggu Shiera tak kunjung datang. Tetesan hujan yang semula ringkih mulai terdengar renyah. Apalagi selain beradu dengan atap fiber, beberapa bagian rumah Shiera dilapisi asbes. Derunya terdengar nyaring kini.              Shiera agak terkejut ketika ponselnya bergetar-getar. Ia sengaja mematikan ...

MIMPI KEDUA PULUH+

Gambar
Ini malam kelima belas Pak Dirja mendatangiku lewat mimpi. Seperti malam-malam sebelumnya, dalam mimpiku Pak Dirja selalu mengajakku bersalaman. Dalam setiap kehadirannya, setiap ia mengajakku berjabat tangan, ia selalu sambil tersenyum. Senyumannya khas.             Aku mengenal senyuman khasnya, gara-gara sering mengantarkan Levi. Aku sendiri lupa mengapa selalu kebagian mengantarkan Levi apabila selesai beracara. Selain aku dan Levi, beberapa teman di angkatanku aktif berorganisasi di himpunan jurusan. Saling jemput dan antar menjadi hal lumrah. Tak urung gara-gara antar-jemput menimbulkan cinlok antarsesama teman.             Mimpi-mimpi didatangi Pak Dirja tak pernah kusampaikan kepada Levi. Mimpi itu mengalir begitu saja, seiring persahabatan kami di kampus. Levi tetap dengan Wasis, teman semasa SMA-nya, sementara aku terus berpedekate pada Achie.   ...