DI UJUNG LELAH PENCARIAN, KUSEMATKAN NAMAMU DI HATI
Lembayung senja menari-nari di suatu sore. Sinar lembut mentari masih lembut menerpa siapa pun yang sore itu berpayung awan sore. Tak terkecuali Uli yang duduk bersimpuh di pusara suaminya. Makam Cipondoh memang tertata rapi. Pepohonan yang rimbun menaungi banyak pusara yang ada di situ. Antarmakam berjarak sesuai aturan sehingga memudahkan siapa pun untuk melangkah menyusuri tanahnya. Tak ada kesan menakutkan apalagi menyeramkan layaknya makam-makam dalam film horror. Suasana sore yang penuh lembayung menebarkan suasana yang hikmat menyejukkan. Uli duduk memandangi pusara suaminya yang sudah meninggalkan dia dan anak-anaknya 5 tahun silam. Perlahan diusapnya dengan lembut nisan yang bertoreh nama Budi Artha Putu Djalatrha . Sesekali Uli menarik nafas, menghembuskannya pelan-pelan. Sesungguhnya, hatinya berkecamuk hebat begitu dia sudah berada di ...